Nikmati Dunia Kita

Nikmati Dunia Kita

Selasa, 28 Agustus 2012

Aida Libneptumania dan Perahu kertasnya



Seseorang hidup pasti pernah punya sesuatu yang mereka senangi, yang mereka kagumi, yang menjadi sumber inspirasi mereka dan gw lagi-lagi tidak bisa terlepas dari hal itu. Ada satu novel karya Dee yang sekarang udah dibuat film karya Hanung Bramantio judulnya “Perahu Kertas”. Ga tau kenapa dari sekian banyak novel yang gw baca novel ini yang paling kuat nempel di otak gw.  Gw dapet novel ini dari seseorang dimasa lalu gw sekitar tahun 2009, dia yang selalu kasih gw segala macam buku buat gw baca, katanya biar ga bego-bego banget, biar banyak tahu, biar ga malu-maluin. Novel ini salah satunya, tiba-tiba dia maksa gw buat baca buku ini dan bilang kalo dia ngeliat gw dibuku ini, Tokoh utama yang diberi nama “Kuggy” cewek yang aneh, ceria dan koslet itu kaya gw. Awalnya gw rada protes dibilang aneh dan koslet, tapi karna terlalu banyak orang yang setuju akhirnya gw ngalah. Selain itu ada cerita yang mirip sama kehidupan gw dan untuk yang ini gw tidak berharap punya ending yang sama dan gw tidak tertarik membahas hal ini lebih jauh, tapi yang jelas setelah baca buku ini hidup gw tambah konyol sama dengan yang dilakukan Kuggy di cerita,gw jadi sering bikin surat buat Neptunus, pake jaket jeans belel kedodoran, dandanan yang ga jelas juntrungannya (ini sih emng udah bawaan), Punya pasukan alit yang adalah para pengamen kecil dilampu merah, dan tempat nasi uduk deket kampus gw kasih nama “Pemadam kelaparan” dan gw punya nama kerajaan laut yang adalah "Aida Libneptumania".
Gw sangat terinspirasi sama novel ini, Ceritanya yang fresh, karakternya yang ga biasa yang membuat imajinasi gw ga bisa berhenti melayang. Sudah hampir 5 kali gw baca novel ini dan ga bosen, filmnya juga udah gw tonton dan gw sangat puas dengan hasilnya, karakter Kugy yang koslet dan suka bikin dongeng, Keenan yang pendiam dan jago lukis, Romi yang tampan dan pintar, Noni si Miss Perpect, Eko yang gokil, Wanda yang cantik dan Luhde yang anggun. Semua karakter gw suka, keren dan dapet banget, Ostnya juga pas banget. Biarpun ada beberapa bagian yang dipotong tapi ga ngurangin esensinya. Tapi gw  paling ngefans sama ceritanya sama imajinasi yang gw buat sendiri jadi buat gw novel ini paling Juara.

Perahu Kertas

Kamis, 09 Agustus 2012

Tentang Seorang Lelaki Bertubuh Mungil



Dalam setiap lamunan seseorang meraka selalu memiliki pengharapan, mereka mempunyai khayalan, mereka mempunyai impian yang tidak selalu sama antara satu dengan yang lain. Kadang lamunan adalah titik awal seseorang untuk mengejar apa yang dilamunkannya maka kalimat klise “Semua berawal dari mimpi” menjadi benar adanya. Sama halnya dengan manusia lain sayapun tidak pernah terlepas dari lamunan, banyak hal yang saya khayalkan baik dari kebahagiaan atau kesedihan sekalipun, terkadang khayalan membawa kita dalam emosi bawah sadar. Saat kita melamunkan kita menjadi orang sukses, bahagia lahir batin, tanpa sadar kita menyunggingkan bibir kita, tersenyum sendiri penuh harap. Atau saat kita melamunkan suatu hari orang tua kita meninggal maka tanpa sadar pula ada sesuatu yang menusuk tenggorokan kita dan berinteraksi dengan mata sehingga jatuhlah air mata kita, yah...banyak hal yang tidak terjadi namun terlamunkan. Semua orang punya mimpi, semua orang punya harapan, semua orang punya khayalan tapi hanya sedikit orang yang betul-betul mengejar impiannya.
Terkadang lamunan saya menjadi sebuah keisengan, apalagi saat melihat Cleaning servis di kantor saya melamun, saya sering sekali iseng menebak apa yang dilamunkannya, mungkin si bapak bertubuh mungil itu melamunkan keluarganya yang jauh di sana, di tempat kelahirannya. Pada tubuh mungilnya itulah semua pengharapan dibebankan, beban hidup keluarganya di kampung, beban hidup dia disini, dengan gaji yang tak sebarapa dia berusaha mengejar impiannya, mimpinya bukan untuknya lagi tapi untuk anak-anaknya. Mungkin dalam lamunannya dia membayangkan bagaimana nasib sekolah anak-anaknya yang semakin mahal? Mampukah anaknya berjuang agar tidak seperti dia?. Terkadang lamunan liar saya berlarian, bagaimana jika bapak tersebut adalah bapak saya? Dihadapan saya dia membersihkan gedung 3 lantai ini sendirian saat matahari belum muncul dan saat matahari telah tenggelam. Memindahkan benda-benda berat dengan pundaknya, bercucuran keringat dan akhirnya duduk kelelahan, saya tidak akan pernah ikhlas jika bapak saya yang mengalami ini.
Kepada Pak Iyus yang senantiasa menemani saya mengobrol saat waktu senggang, percayalah bahwa Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan, semoga bapak senantiasa bahagia dan ikhlas dalam setiap cucuran keringat yang bapak keluarkan, yakinlah bahwa Tuhan punya cara lain untuk membalasnya. Kepada Tuhan pemilik Alam semesta ini, pemilik jiwa raga kami berikanlah kami kekuatan agak bisa menjalankan apa yang menjadi kewajiban kami, lapangkan dada kami dalam menerima apapun dariMu, Ikhlaskan hati kami agar senantiasa tetap berada di jalanMu.